Harga Sawit di Abdya Terjun Bebas, Segini Harganya Hari Ini

oleh -308 Dilihat
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Barat Daya, terjun bebas. ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Barat Daya, terjun bebas. Bahkan, dalam bulan ini saja harganya sudah teguras mencapai Rp 490/kg.

Akibatnya, harga sawit di tingkat petani, Sabtu (18/6/2022) hari ini, sudah menyetuh pada kisaran Rp 1.220/kg – Rp 1.250/kg.

Menyusul pagi tadi, harga pembelian di tingkat pabrik kembali turun rata-rata Rp 50/kg, atau dari harga Rp 1.510/kg turun menjadi Rp 1.460/kg.

Baca Juga:  Tiga Siswa SMPN Satu Atap Alue Kejrun Ikut Jamnas di Cibubur

Sejumlah petani yang dihubungi antarannews.com, pagi tadi, mengaku pasrah dengan kondisi harga sawit yang terus bergerak turun dalam sebulan terakhir.

“Kami betul-betul terpukul dengan harga sawit yang hari ini terus turun. Kami rakyat kecil tak bisa berbuat apa-apa.

Harga yang berlaku saat ini saja kami tak sanggup lagi mengurus kebun yang biaya pupuk dan obat-obatan pertanian cukup mahal,” keluh Karmika, petani sawit asal Kecamatan Kuala Batee.

Hal senda juga diungkapkan, Dek War seorang pentani lainnya. Menurut petani beranak empat ini, untuk merawat kebun dengan produksi maksimal kisaran 1,2 – 1,5 ton/hektar per sekali panen, sedikitnya harus mengeluarkan Rp 8 juta – Rp 10 juta.

Baca Juga:  Tampilkan Berbagai Kegiatan, Disbudpar Aceh Gelar Festival Pesona Barat Selatan di Tapaktuan

“Bapak bisa bayangkan dengan harga sawit hari ini Rp 1.200/kg. Kami bisa membawa pulang uang ke rumah saat ini cuma Rp 800/kg, itu setelah dipotong ongkos panen dan angkut rata-rata Rp 400/kg. Dengan harga sekarang jelas kami merugi,” ungkapnya.

Para petani sawit di Abdya mengharapkan pemerintah untuk segera mengatasi soal harga sawit yang terus anjlok ini, bisa kembali posisi normal.

Baca Juga:  Kapusdatin Pimpinan Rapat Jarak Jauh Dari Kecamatan Pedalaman

“Tolong dan perhatikan nasib kami bapak yang duduk di pemerintahan, supaya harga sawit kembali normal. Kami tidak minta uang dan bantuan, nomalkan harga sawit, cuma itu yang kami pinta,” harap Sabirin, petani asal Kecamatan Babahrot.(*)

Jurnalis : Suprija Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.