Pj Bupati Dr Nurdin Hadiri Peringatan Hari Gajah Sedunia

oleh -0 Dilihat
Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin SSos MSi menghadiri acara peringatan Hari Gajah Sedunia yang berlangsung di Camp Conservasi Reaksi Cepat (CRU) Gampong Ie Jeureungeh, Kecamatan Sampoiniet, Kamis (11/08/2022). ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

“Artinya kedua pihak harus selamat. Masyarakat bisa hidup memcari nafkah disekitar lokasi lintasan gajah, dan gajah tetap tidak terganggu. Sekali lagi ini menjadi tantangan kita kedepan,” tegasnya.

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|CALANG – Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin SSos MSi menghadiri acara peringatan Hari Gajah Sedunia yang berlangsung di Camp Conservasi Reaksi Cepat (CRU) Gampong Ie Jeureungeh, Kecamatan Sampoiniet, Kamis (11/08/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Arianto, Kasi Konservasi DLHKA Aceh, Novi Ariansyah, para Kepala Satuan Kerja Kabupaten (SKPK) Aceh Jaya, Camat Sampoiniet, Syarkani dan unsur Forkompicam lainnya.

Disamping itu, juga hadir 90 orang peserta camping dari berbagai organisasi pecinta lingkungan seperti, Forum Konservasi Gajah Indonesai, Fauna Flora Internasional, Federasi Ranger Aceh, dan Forum Junalis Linngkungan Aceh.

Para pecinta lingkungan ini melakukan perkemahan selama tiga hari yang dimulai sejak, Rabu-Jumat (10-12/08/2022). Untuk kegiatan, Kamis malam mereka akan melakukan pemutaran film documenter tentang Gajah Sumatera dilokasi CRU Sampoiniet tersebut.

Baca Juga:  TMMD ke-113 di Bener Meriah Alami Kemajuan Pesat

Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin dalam arahannya pada forum acara perinngatan Hari Gajah Sedunia tersebut mengatakan, kalau tidakada kepedulian semua pihak, maka gajah sumatera yang populasinya saat ini hanya tinggal sekitar 550 ekor lagi di Aceh akan berakhir.

“Bisa jadi hanya akan tinggal cerita bagi anak cucu kita nanti, tentang satwa liar tersebut pernah hidup di bumi Aceh,” katanya.

Maka langkah dan tantangan yang harus dilakukan saat ini, supaya gajah tetap terus terjaga dari kepunahan, lanjutnya, tentu bagaimana cara merubah pola pandangan masyarakat terhadap hewat satwa liar tersebut.

“Kalau selama ini masyarakat memandang gajah sebagai musuh. Tetapi sekarang bagaimana kita rubah cara padagangnya bahwa gajah bukan menjadi musuh, namun sebagai satwa liar yang mendatangkan manfaat secara ekonomi. Langkah ini menjadi tantangan bagi kita semua,” katanya.

Tentu upaya tersebut tidak boleh berhenti dilakukan, bila semua pihak ingin gajah ini tetap terus terjaga dari kepunahan. Karena disatu sisi, ungkap Pj Bupati, masyarakat tetap harus diselamatkan dari keberlangsungan hidupnya.

Baca Juga:  Pj Bupati Dr Nurdin : Pesantren Harus Dikembangkan Berbasis Ekonomi

“Artinya kedua pihak harus selamat. Masyarakat bisa hidup memcari nafkah disekitar lokasi lintasan gajah, dan gajah tetap tidak terganggu. Sekali lagi ini menjadi tantangan kita kedepan,” tegasnya.

Maka para pecinta lingkungan yang tergabung dalam berbagai organisasi nirlaba baik itu, NGO dalam negeri maupun internasional, lanjutnya, mari bersama-sama melakukan kajian tentang penyelematan gajah yang masayarakat juga tidak terganggu.

“Apakah kita harus menanam tanaman yang tidak disukai gajah disekitar kawasan lintasannya. Yang tanaman itu mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.Saya kira ini perlua ada riset yang lebih dalam lagi,” sarannya.

Disamping itu, juga harus dibangun tempat pemantau gajah. Yang nantinya, tempat pemantau gajah itu bisa dijadikan destinasi wisata satwa liar. Dengan program wisata seperti ini, tentu akan menghasilkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Temui Sekda, Karutan Kelas IIB Tapaktuan Laksanakan Koordinasi

Karena kedatangan wisatawan ke daerah ini yang ingin melihat gajah dialam bebas lewat tempat pemantau, tentu akan mendatangkan uang. Karena mereka wisatawan akan menginap dan membelanjakan uangnya di perkampungan masyarakaty sekitar.

“Untuk itu nantinya kita akan membuat program membangun home stay dirumah penduduk sebagai tempat penginapan wisatawan yang datang kemari. Maka untuk itu juga daerah ini harus dipromosi kencang baik dalam negeri maupun ke luar negeri sebagai destitasi wisata gajah,” ungkap Pj Bupati.

Kalau program ini bisa dilakukan pihaknya yakin gajah akan terselamatkan. mereka nantinya tidak akan berkonflik lagi dengan gajah. Sebab merasa gajah sudah menjadi sumber ekonomi kehidupan mereka masyarakat sekitar,” kata, Pj Bupati.

Pihaknya, berharap Pemerintah Pusat melaui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, NGO Internasional dan NGO dalam negeri harus menyukseskan program ini dengan membaya sebanyak-banyaknya anggaran ke Aceh Jaya. “Mari sama-sama kita lestarikan gajah dengan tidak mengorbankan masyarakat sekitar,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.